Sebuah Pengakuan: Kenapa Aku Ikut ADSvokatX Youth Conference?
  • copy tautan!
subscribe

Sebuah Pengakuan: Kenapa Aku Ikut ADSvokatX Youth Conference?

16 April 2018

Hai, namaku Annisa Risfiana, Mahasiswi Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Aku mau cerita sedikit perihal passion-ku. Dari awal, passion-ku itu di bidang seni. Dari mulai menggambar sampai main musik. Aku suka bikin lukisan buat iseng-iseng doang gitu. Aku juga suka main gitar sambil men-cover lagu. Seni itu dunia aku banget, deh. Tapi kalau begitu kenapa aku kuliah Hubungan Internasional, ya?

 

Sebulan yang lalu aku nggak sengaja baca lagi archive tweet lama aku di tahun 2011. Tweet itu aku tulis pas aku baru lulus SMP dan lagi waktu nunggu proses pengumuman penerimaan SMA. Di situ aku bilang kalau kuliah nanti aku pengen ambil jurusan desain grafis.  (Sotoy banget, kan! Anak baru lulus SMP, keterima SMA juga belum tapi udah mikirin kuliah hahaha).

 

Nah terus, pas SMA nih, aku keterima di salah satu SMAN di Jakarta Selatan. Mamaku tuh pengen aku masuk jurusan IPA aja. Karena maklumlah, semua orang tua pada umumnya selalu mikir kalau IPA adalah jurusan segala bisa. Menurut mama aku, di IPA semua anak selalu diajarkan untuk berpikir secara eksakta dan teliti, ini katanya bekal dasar untuk masuk kuliah. Sedangkan aku sendiri nggak suka pelajaran yang berhitung. Sukanya lebih di bagian menghafal dan mengarang. Aku juga suka banget pelajaran geografi. Tipikal anak IPS banget, lah.

 

Pas aku kelas 2 SMA, aku ikut acara study tour ke beberapa kampus. Dari mulai kampus di Jawa Barat seperti ITB dan UNPAD, sampai kampus di Yogyakarta kayak ISI dan UNY. Dari situ aku jadi punya gambaran aku pengen masuk kuliah jurusan apa. Aku memutuskan untuk masuk jurusan Desain Komunikasi Visual di ITB atau jurusan Musik di ISI. Tapi, lagi-lagi mama aku menyarankan aku agar ambil jurusan yang lain saja. Karena jurusan di bidang seni itu bisa dipelajari lewat les, kok. Aku pikir, arahan mama aku ada benernya juga.

 

Maka akhirnya ketika ujian SBMPTN aku milih jurusan yang di tengah-tengah. Ada IPAnya, IPSnya juga ada, yaitu jurusan Psikologi UNPAD. Lalu, pilihan keduanya aku isi jurusan Ilmu Gizi UNPAD. Tapi, nasib baik memang belum berpihak sama aku. Keduanya aku gagal. Aku nggak lolos. Aku sempat ngerasa stres berat dan semuanya seperti sudah berakhir. Aku pun akhirnya berandai-andai, misalkan saja dulu waktu penjurusan aku milih IPS, mungkin peluang aku buat masuk kampus negeri akan jauh lebih besar.

 

Selama itu juga aku mulai merenungkan beberapa mimpiku lagi dan berusaha untuk bangkit. Akhirnya aku coba untuk ikut tes lagi. Pertama tes SIMAK UI, aku ambil jurusan Hubungan Internasional dan Sastra Inggris. Tapi, sekali lagi aku nggak lolos. Lalu, aku ikut lagi PTAIN ujian masuk UIN Jakarta. Aku pilih Hubungan Internasional dan dan Psikologi. Dan syukurlah alhamdulillah aku akhirnya keterima. Yeay!

 

Tapi lagi-lagi aku harus berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baruku di jurusan Hubungan internasional ini. Dari diskusi soal diplomasi antar negara sampai harus belajar ilmu politik. Padahal, aku ini orangnya apatis sama masalah politik. Namun, apa boleh buat, aku harus tetap bertanggung jawab dengan keputusan yang telah aku buat. Aku juga nggak mau mengecewakan kedua orang tuaku. Untungnya, di jurusan Hubungan Internasional masih ada mata kuliah yang cukup aku minati. Aku suka ilmu ekonomi. Dari mata kuliah ini, aku pun jadi optimis lagi buat menyalurkan bakat seniku. Selama aku menjalani kuliah ini, aku juga nggak ninggalin passion aku. Aku masih sering gambar, masih sering main musik, ikut les musik juga. Aku usahakan, passion dan pendidikan yang sedang aku jalani ini bisa jalan seiringan gitu kak..

Kelak, setelah lulus nanti aku pengen bekerja di Badan Ekonomi Kreatif. Karena menurutku, di sana aku bisa menggabungkan dua hal, yaitu minatku di bidang seni dan  minatku dari jurusan yang aku geluti saat ini.

 

Rasa optimisku makin besar ketika aku sudah join di aplikasi ADSvokat. Aplikasi untuk mahasiswa ini menawarkan banyak hal buat hidupku. Dari ilmu bermanfaat sampai tambahan uang saku. Apalagi, dalam waktu dekat ini ADSvokat akan mengadakan acara ADSvokatX Youth Conference di XXI Epicentrum, Kuningan Jakarta Selatan pada hari Minggu, 29 April mendatang. Di sana, aku nggak sabar banget pengen ketemu dan dapat ilmu dari salah satu pembicara bernama Andreas Wullur yang bergerak di bidang artist management. Aku pengen tahu banyak tentang bagaimana cara mengejar passionnya dengan modal nekad dari sudut pandang dia.

Gimana aku nggak antusias coba?

 

Tulisan ini dikirim Annisa Risfiana, Mahasiswi Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kirimkan tulisanmu seputar kuliah atau sudut pandangmu mengenai isu yang sedang hangat di kalangan mahasiswa ke adisti@adsvokat.com.

Download sekarang juga untuk bergabung dengan ADSvokat!

Get it on Google Play
apps adsvokat
Created with Sketch.