Rencanakan Keuanganmu Biar Nggak Ngenes di Akhir Bulan
  • copy tautan!
subscribe

Rencanakan Keuanganmu Biar Nggak Ngenes di Akhir Bulan

11 April 2018

Status mahasiswa seringkali jadi alasan orang nggak mau atau ngakunya nggak bisa nabung. Alasan yang biasanya terlontar adalah, “Ah, masih mahasiswa ini. Have fun aja dulu” atau “Ntar aja deh kalau ada duit lebih”. Padahal duit kamu itu cukup kok asal mau disisihkan untuk nabung. Perencanaan keuangan sejak dini adalah salah satu cara agar kondisi keuanganmu tetap seimbang dan jadi bekal untuk masa depan.  

Pakar Perencana Keuangan Prita Ghozie, Founder & CEO ZAP Finance menjawab beberapa pertanyaan ADSvokat tentang perencanaan keuangan buat mahasiswa. Yuk simak!

  1. Perlu nggak sih mahasiswa bikin perencanaan keuangan?

Perlu banget dong. Karena semakin dini mahasiswa tahu apa tujuan keuangannya, maka semakin dini juga ia tahu caranya berinvestasi dan mengatur keuangannya sendiri. Perencanaan keuangan bagi mahasiswa bakal membantu banget buat melewati masa-masa kritis akhir bulan atau ketika uang jajan bulanan belum dikirim juga.

  1. Apa fungsi perencanaan keuangan bagi para mahasiswa?

Fungsi perencanaan keuangan bagi mahasiswa itu buat membantu pengaturan keuangan mereka, supaya masih memiliki dana yang cukup buat sekedar makan sampai akhir bulan,  juga punya dana darurat, agar kalau ada kondisi darurat bisa disiasati.

Kondisi darurat bagi mahasiswa misalnya pas ada tugas yang membutuhkan dana tambahan atau pengeluaran tambahan dari uang bulanan biasanya. Nggak semua mahasiswa bisa meminta dana tambahan dari orangtuanya kan, oleh sebab itu dengan perencanaan keuangan, hal ini bisa membantu meringankan keuangan mahasiswa dan orangtuanya.

  1. Bagaimana langkah-langkah membuat perencanaan keuangan untuk mahasiswa?

Pertama, ketahui dulu uang saku yang diterima jumlahnya berapa. Kedua, alokasikan dana untuk makan dengan biaya menengah, bukan minimum. Ketiga, baru atur pengeluaran untuk kebutuhan lain, misal untuk hiburan atau kebutuhan komunikasi. Dan ini bisa dibagi dalam pos-pos keuangan tertentu yang bisa dibuat sendiri.

Jangan lupa sisihkan juga sebesar 10-15% dana untuk investasi, atau dana darurat/simpanan. Siapa tahu ada tugas mendadak yang membutuhkan dana yang lumayan untuk fotocopy dan lain-lain.

  1. Ada tips menabung yang benar?

Sisihkan dahulu pendapatan sebesar 10-15% sebelum dihabiskan, bukan sisa dari pengeluaran bulanan yang kemudian baru di tabungkan. Pastikan mempergunakan tabungan terpisah, agar tidak tercampur dengan tabungan yang dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dan biasakan disiplin dengan tidak mudah tergoda untuk memakai uang tabungan untuk kebutuhan pribadi yang sebenarnya tidak memiliki urgency.

  1. Apa kesalahan terbesar dalam keuangan yang biasanya terjadi di mahasiswa?

Kesalahan terbesar dalam keuangan pada mahasiswa, ketika mendapatkan uang saku, langsung dihabisin buat makan enak yang lebih mewah. Biasanya abis itu di  akhir bulan makan sebisanya cuma makan nasi dan garam aja. Alasannya sih, tanggal tua dan belum dapat kiriman.

Padahal pengeluaran normal untuk makan bisa dibikinkan jatah terlebih dahulu, dan kebutuhan pribadi juga sebenarnya juga bisa diukur. Biasakan untuk mencatat pengeluaran, agar berapa besar pengeluaran untuk suatu kebutuhan bisa diketahui dengan pasti. Dan bandingkan juga pengeluaran untuk kebutuhan tertentu di beberapa tempat, siapa tahu bisa lebih murah.

Nah sekarang kamu sudah tahu kan kalau perencanaan keuangan buat mahasiswa itu penting banget. Jadi, yuk belajar mempraktekkan beberapa anjuran dalam wawancara tadi. Biar kamu nggak ngenes tiap akhir bulan.

Oiya, jangan lupa buat pakai terus aplikasi ADSvokat buat nambah-nambah uang saku juga. #MasaGakMau sih?

Download sekarang juga untuk bergabung dengan ADSvokat!

Get it on Google Play
apps adsvokat
Created with Sketch.