Langkah Nulis Esai Nggak Pakai Ribet & Stres!
  • copy tautan!
subscribe

Langkah Nulis Esai Nggak Pakai Ribet & Stres!

15 March 2018

Dosen hobinya memang ngasih tugas banyak ke mahasiswanya. Karena kalau nggak kayak gitu, ya bukan dosen namanya. Tapi sialnya, tugasnya kadang-kadang di luar dugaan.

Seperti disuruh bikin esai yang bahan atau petunjuknya sedikit banget. Apalagi kalau kita nggak bisa mencerna esai macam apa yang diinginkan dosen.  Ayo ada yang pernah mengalami gak?

Contoh aja seperti yang pernah terjadi di ruang kelas anak jurusan ilmu politik ini. Sang dosen dengan mudahnya cuma ngasih clue tugas begini: “Kalian tulis esai tentang kasus Setya Novanto dengan situasi politik sekarang ya!”

Sedangkan kamu cuma bisa bengong sambil membatin: “Eh, gimana?” Ditambah kamu sama sekali nggak punya gambaran yang jelas tentang cara menulis esai yang baik. Pusing deh akhirnya. Tapi, tenang aja. Berikut ini adalah beberapa langkah gampang buat nulis esai.   

  1.       Brainstorming

Secara sederhana brainstorming dalam konteks ini adalah cara untuk memikirkan arah penulisan esai yang kamu tulis. Kamu bisa pakai bentuk diagram laba-laba atau mind map Tony Buzzan ketika menyusun ide-ide.

  1.       Riset sumber

Tentu saja, untuk mencari bahan tulisan, kamu mesti melakukan riset. Caranya beragam, kamu bisa cari dari artikel berita, jurnal, buku teks kuliah atau bahkan buku bacaan populer. Semakin banyak riset kamu, maka semakin kaya kandungan tugas esaimu.

  1.       Mencari tema

Oke, kamu sudah mendapatkan bahan dan sudah bisa memilih gagasan. Sekarang kamu tinggal mencari tema yang menjadi benang merahnya. Tema ini bisa yang akan menjaga esai kamu biar arahnya tetap berurutan.

  1.       Memperkuat argumen

Langkah selanjutnya adalah memperkuat argumen yang kamu sajikan. Misalkan ketika kamu membahas tentang “Perlunya hukuman berat bagi pelaku korupsi,” kamu harus bisa menyajikan alasan sesuai riset yang kuat untuk menopang argumen tadi.

  1.        Membuka dan menutup

Selanjutnya, kamu mesti bisa membuat pembukaan dan penutup yang menarik. Misalnya di dalam pembukaan esai, kamu bisa membuat narasi cerita yang menarik atau bahkan quote dari tokoh terkenal. Sedangkan pada penutup, kamu bisa menghadirkan kesimpulan dengan satu paragraf yang pendek tapi dengan merangkum semua isi argumenmu.

Nggak susah, kan? Jadi, sekarang kalo kamu dapat tugas menulis esai dari dosenmu, jangan keburu ngeluh. Ikuti aja langkah tersebut. Biar makin asyik, mengerjakan esai sambil nongkrong di kafe aja. Tapi jangan lupa nyalain aplikasi ADSvokat juga ya! Biar proses mengerjakan esai ini juga bisa ngehasilin uang saku tambahan. #MasakGakMau sih?

 

(Dari berbagai sumber)

Download sekarang juga untuk bergabung dengan ADSvokat!

Get it on Google Play
apps adsvokat
Created with Sketch.