Kenapa sih Orang Takut Main Saham?
  • copy tautan!
subscribe

Kenapa sih Orang Takut Main Saham?

03 June 2018

Ternyata, di Indonesia itu ada yang namanya hari Pasar Modal, lho. Diperingati setiap tanggal 3 Juni, bertepatan dengan lahirnya Bursa Efek Jakata pada 3 Juni 1952. Kini namanya sudah berubah menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI). Nah, peringatan ini diadakan supaya orang-orang Indonesia lebih peduli dengan pasar modal kita dan mau mencoba berdagang di pasar modal.

 

Pasar modal sendiri merupakan kegiatan yang berkaitan dengan perdagangan umum dan penawaran efek. Sederhananya sih, ini tuh kegiatan yang menghubungkan antara investor dengan perusahaan. Investor, bisa membeli modal sebuah perusahaan dalam bentuk instrumen saham. Nantinya, dari pembelian itu investor bisa mendapatkan keuntungan dari hasil pembagian saham atau yang juga disebut dividen saham.

Tapi sayangnya, masih banyak orang yang takut membeli saham. Menurut M. Nafan Aji Gusta Utama, pakar Analisa Saham Bina Artha Ventura, ini karena kurangnya sosialisasi, edukasi, dan pemahaman tentang apa itu saham.

Padahal, prospek dalam kegiatan berdagang saham itu bagus. “Semua investasi jangka panjang, termasuk saham, itu menguntungkan,” ujar Nafan.

 

Belum lagi, kini kegiatan saham sudah bisa dengan mudah dilakukan juga melalui aplikasi yang ada di handphone, seperti aplikasi Mirae dan IPOT. Dan menurut Nafan, kegiatan ini aman karena sekuritasnya dilindungi oleh regulasi BEI dan OJK (otoritas Jasa Keuangan).

 

Namun, saran Nafan, sebelum membeli saham sebaiknya harus memperhatikan beberapa hal ini:

 

  1. Pergerakan likuid

Maksudnya pergerakan likuid adalah saham tersebut selalu ada yang membeli. Jadi, pergerakan perdagangannya lancar. Sehingga kita patut percaya pada saham ini.

 

  1. Valuasi murah

Selain itu, orang tentu tak ingin mengambil resiko dengan membeli saham yang mahal. Makanya, untuk itu bisa mempertimbangkan saham yang valuasinya murah. Nah, pengertian gampang dari valuasi sendiri adalah metode yang menentukan harga nilai saham tersebut. Jadi semacam gambaran patokan harga.  

 

  1. Kinerja fundamental

Sebelum membeli saham, kita juga harus menganalisa atau mengamati kinerja fundamental dari saham tersebut. Sederhananya, track record apakah saham ini banyak untungnya atau ruginya.

  1. Trend pertumbuhan perusahaan

Namun, yang tak kalah penting adalah melihat saham dari prespektif trend pertumbuhan perusahaan. Ini penting, karena biasanya saham yang selalu menguntungkan itu adalah saham dari perusahaan besar yang sudah teruji kinerjanya. Contohnya seperti saham dari PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT. Timah Tbk.  

 

Nah, sekarang ada sedikit gambaran kan tentang pasar modal dan saham. Setidaknya setelah ini kamu bisa mulai mencoba investasi saham ini. Lumayan lho keuntungannya buat bekal masa depanmu.

Download sekarang juga untuk bergabung dengan ADSvokat!

Get it on Google Play
apps adsvokat
Created with Sketch.