Kenapa Lulusan SD Lebih Bisa Dapat Kerja Ketimbang yang S1?
  • copy tautan!
subscribe

Kenapa Lulusan SD Lebih Bisa Dapat Kerja Ketimbang yang S1?

26 March 2018

Kaget baca judul di atas? Tapi itu memang benar adanya, lho. Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2017, angkatan kerja Indonesia justru dikuasai oleh mereka yang berpendidikan Sekolah Dasar (SD). Mereka yang cuma lulusan SD ini bisa menyumbang produktivitasnya sampai angka 60%. Sedangkan mereka yang lulusan universitas yang tenaganya terserap hanya 9% ke dalam bursa kerja. Artinya, lulusan SD adalah penopang angkatan kerja di Indonesia. Sedangkan lulusan universitas adalah penyumbang penggangguran.

Kok bisa begitu, ya? Seharusnya kan para lulusan universitas jadi inovator yang mendorong kemajuan dunia kerja di Indonesia. Ya nggak, sih? Usut punya usut, ternyata ada beberapa kendala yang membuat para lulusan universitas ini menganggur. Yuk, kita jabarkan bersama!

Gengsi

Lulusan universitas cenderung terkendala beban gengsi. Mereka merasa malu jika melakukan pekerjaan kasar atau di luar bidang jurusannya. Mereka lebih berminat untuk bekerja dengan posisi yang lebih bergengsi. Padahal semua pekerjaan itu mulia dan semuanya adalah proses.

Contoh aja Jack Ma. Ia adalah satu orang terkaya di Tiongkok tapi pernah ditolak 30 kali saat melamar pekerjaan. Padahal ia merupakan lulusan Sarjana Pendidikan. Tapi Jack Ma rela bekerja apa pun untuk memenuhi kebutuhannya. Jack Ma sukses melewati proses dan kini ia bisa menjadi pendiri dari perusahaan raksasa AliBaba.

Mental Belajar

Dari segi mental belajar, kebanyakan lulusan universitas masih kalah dengan lulusan SD. Lulusan SD selalu terbuka untuk belajar apa saja. Hasilnya, lulusan SD punya antusias belajar yang lebih besar. Sedangkan lulusan universitas kebanyakan masih terganjal oleh bidang jurusannya, sehingga mereka kurang berminat untuk belajar di luar bidangnya. Padahal seharusnya lulusan universitas harus terbuka untuk belajar apa pun. Sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Jadi, lulusan yang baik bukanlah lulusan yang siap kerja dan siap pakai. Melainkan lulusan yang siap latih dan belajar lagi.

Para lulusan perguruan tinggi juga harus bisa belajar menjadi seorang ‘expert-generalist’, yaitu belajar dan menguasai banyak hal. Contohnya seperti Elon Musk, meskipun latar belakang pendidikannya fisika, ia mau belajar tentang teknologi informasi.

Skill

Satu lagi alasan utama kenapa lulusan universitas menganggur yaitu karena minimnya skill. Di era internet seperti sekarang, siapa pun yang ingin bersaing di dunia kerja harus memiliki skill yang mumpuni. Paling tidak, lulusan universitas sekarang harus menguasai 5 skill penting: selling skill, problem solving skill, digital skill, public speaking dan writing skill.

Lulusan SD memang tidak menguasai kelima skill tersebut. Namun ruang lingkup pekerjaan mereka tidak menuntut para lulusan SD untuk memiliki keahlian tersebut. Hal sebaliknya terjadi di lingkungan sarjana. Sayangnya para lulusan universitas justru lebih mengedepankan ijazah di jurusan tertentu sebagai pemakluman akan ketiadaan skill tersebut.

Lemah dalam cara berpikir analitis

Kemampuan berpikir analitis adalah kemampuan memandang permasalahan kompleks dengan runut dan sederhana. Nah, dari sana dibuatlah rumusan masalah dan solusinya. Sayangnya, kemampuan berpikir analitis ini sangat jarang dimiliki lulusan universitas. Berdasarkan hasil The Survey of Adult Skills (SAS) yang diselenggarakan oleh OECD, hanya 5,4% orang dewasa Jakarta  lulusan universitas yang bisa berpikir analitis. Persentase ini adalah peringkat terendah di antara 34 negara lain. Padahal, kemampuan berpikir analitis sangatlah dibutuhkan di dunia kerja, lho. Khususnya untuk posisi di jajaran manajerial.  

Tentunya kamu nggak mau bernasib sama, kan? Yuk, mulai sekarang belajar lebih giat lagi dan mulai terbuka untuk menyerap berbagai skill. Sayangnya nggak semua kampus mengajarkan skill-skill tersebut. Kamu mau nggak mau harus mencari ilmunya secara otodidak. Nah, kalau kamu jadi ADSvokator yang aktif, kamu bisa dapatin beberapa skill berguna yang bisa kamu pakai di dunia kerja, lho. Nggak percaya? Coba buktiin aja sendiri.

(Bahan tulisan ini diambil dari berbagai sumber)

Download sekarang juga untuk bergabung dengan ADSvokat!

Get it on Google Play
apps adsvokat
Created with Sketch.