Jurusan Sejarah, Nanti Kerjanya Apa, Ya?
  • copy tautan!
subscribe

Jurusan Sejarah, Nanti Kerjanya Apa, Ya?

21 May 2018

Jurusan Sejarah seringkali dianggap sebelah mata. Alasannya jurusan ini kurang jelas bakal diserap sama lowongan pekerjaan apa. Tapi, nyatanya ini cuma anggapan yang salah, kok. Jurusan Sejarah juga menawarkan arah masa depan yang baik juga.

Agar kamu semakin yakin, ADSvokat mewawancarai Fandy Hutari yang merupakan penulis dan periset sejarah hiburan masa lalu. Yuk, simak!

Tolong perkenalkan dirimu dong, bang.

Aku Fandy Hutari, seorang periset sejarah hiburan masa lalu dan sekarang juga bekerja sebagai penulis di Historia.ID. Dulu, aku kuliah di jurusan Sejarah Universitas Padjajaran, Bandung.

 

Dulu, waktu kuliah ngapain aja, bang?

Banyak banget. Dulu waktu masih mahasiswa baru sempat aktif di beberapa UKM, tapi akhirnya cuma fokus UKM Sospol. Tapi, aku juga aktif di organisasi luar kampus, namanya Front Mahasiswa Nasional. Di sana, aku sering ikut kajian mengenai gerakan mahasiswa. Juga sudah belajar nulis. Tema tulisannya masih tentang sejarah secara luas. Belum fokus ke sejarah hiburan masa lalu kayak sekarang.

 

Oiya, tulisan pertamaku pernah tayang di koran Kompas Bandung. Saat itu, aku masih mahasiswa.

 

Lalu, setelah lulus langsung kemana?

Setelah lulus aku pertama kerja sebagai penulis full time di salah satu penerbit buku. Pernah jadi ghost writer juga untuk beberapa proyek buku. Kerja di museum pun sempat. Lalu, jadi wartawan di beberapa media online.

 

Akhirnya, sekarang aku memutuskan menjadi periset independen sejarah hiburan masa lalu dan penulis di Historia ID.

 

Lantas, periset sejarah hiburan masa lalu itu kerjanya ngapain aja sih, bang?

Banyak. Pertama jelas, riset. Riset bentuknya macam-macam, dari mulai membaca buku, pergi ke museum, riset arsip, sampai nonton film jadul atau teater. Intinya, mengamati berbagai macam produk budaya populer pada saat itu. Dari kerja-kerja seperti ini, aku bisa menuliskan beberapa fakta menarik tentang industri hiburan masa lalu yang jarang diketahui orang.

 

Bagaimana apresiasi terhadap profesi ini, bang?  

Masih kurang apreasiasinya. Apalagi jarang lho yang mau memilih profesi ini di Indonesia. Kalau tak salah, periset sejarah yang fokus di tema hiburan masa lalu cuma ada satu di Yogyakarta dan satu lagi aku sendiri. Hehehe. Makanya, kala itu aku juga pernah diundang ke Metro TV saat membahas tema teater di masa Jepang. Karena kayaknya cuma aku yang pernah nulis buku soal teater di masa Jepang.

 

Penghasilannya sendiri kan mengandalkan dari proyek risetnya dan royalti buku yang sudah ditulis. Tapi cukuplah.

 

Berapa jumlah buku yang sudah ditulis?

Banyak. Tapi temanya beda-beda. Aku pernah nulis novel dan bahkan buku investasi emas. Tapi, buku yang fokus sama sejarah hiburan masa lalu ada tiga buah. Sandiwara dan Perang: Politisasi Terhadap Aktifitas Sandiwara Modern Masa Jepang (2009), Para Penghibur (2017), dan Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal: Kumpulan Esai (2017).

 

Ada kaitannya nggak jurusan waktu kuliah sama kerjaan sekarang?

Jelas ada, dong. Kan sama-sama tentang sejarah. Cuma, sekarang aku yang mandiri untuk mendalami sejarah khusus untuk hiburan masa lalu. Dulu waktu kuliah nggak ada spesialisasi seperti itu. Nah, spesialisasi ini datang dari minat kita sendiri.

 

Apa pesannya untuk para mahasiswa?

 

Percayalah dengan apa yang kamu yakini dan kamu lakukan. Ini yang perlu diingat oleh tiap mahasiswa. Jangan peduli dengan anggapan orang lain tentang karya yang kamu buat. Fokus saja dan konsisten. Pasti deh nanti ketemu hasilnya. Ini juga yang sering aku tekankan kalau diundang seminar-seminar kampus.

 

Oiya, satu lagi. Pesan khusus untuk mahasiswa Sejarah. Jangan takut akan ketersediaan lowongan pekerjaan setelah lulus. Mungkin memang jurusan Sejarah arahnya tidak sejelas jurusan lain, seperti misalnya jurusan Ekonomi jelas kerjanya di bank. Di jurusan Sejarah, kamu justru bebas ingin menentukan sendiri arahnya. Kalau mau jadi periset sejarah seperti aku juga bisa kok. Intinya, fokus dan konsisten.

 

Setelah mendengar pengalaman dari Fandy Hutari ini, kalian tentu sekarang bisa punya gambaran tentang beberapa jurusan yang belum jelas lapangan kerjannya dimana. Ternyata, semua ada jalannya, kok. Asal kalian fokus dan konsisten dengan apa yang kalian lakukan. Sembari melakukan apa yang kalian yakini, jangan lupa buat terus pakai ADSvokat ya! Tenang, ADSvokat nggak bakal bikin kamu gagal fokus, kok.

Download sekarang juga untuk bergabung dengan ADSvokat!

Get it on Google Play
apps adsvokat
Created with Sketch.