Jangan Katakan “Cuma” Pada 5 Profesi Ini!
  • copy tautan!
subscribe

Jangan Katakan “Cuma” Pada 5 Profesi Ini!

12 June 2018

Banyak profesi yang membutuhkan kemampuan dan bakat khusus. Tapi, sayangnya beberapa proses kerja dalam profesi tersebut dianggap gampang. Padahal, ada bagian dari proses kerja yang susah dan kadang bikin stres.

 

Apa saja profesi itu? Ini beberapa di antaranya:

 

  1. Pengembang aplikasi

Ketika kamu mengunduh sebuah aplikasi, kamu pasti sering menggunakan beberapa fitur di dalamnya. Misalnya, di aplikasi ADSvokat ada fitur push notification yang bentuknya seperti lonceng. Nah, jangan sekali-kali meremehkan profesi pengembang aplikasi sambil bilang gini ya, “Cuma bikin lonceng gitu doang sih gampang.” Percayalah bahwa profesi ini tuh susah banget. Kamu harus bisa menguasai bahasa pemograman dan dasar logika yang kuat. Untuk mengerjakan satu fitur saja, setidaknya membutuhkan waktu sekitar dua minggu, lho. Iya, butuh waktu sekian lama hanya untuk bikin gambar lonceng kecil doang.

 

  1. Desainer

“Kalau cuma gambar desain, anak TK juga bisa.” Wah, komentar seperti ini kacau banget. Soalnya kayak mengabaikan berbagai macam elemen penting dalam proses kerja seorang desainer. Desainer itu nggak cuma perkara seni, tapi juga akurasi. Misalnya, sebelum membuat template desain, seorang desaigner harus lihai dalam memilih palet warna dasar. Ini penting karena berkaitan dengan branding dan komunikasi. Makanya, profesi ini tuh serius dan nggak semua orang bisa mengerjakannya. Apalagi anak TK.  

 

  1. Teller bank

Kalau kamu ke bank, pasti pernah liat teller bank yang lagi melayani transaksi nasabah dan menghitung uangnya. Mungkin beberapa dari kamu berpikir, “Halah gampang, cuma mencatat hasil transaksi dan ngitung uang doang.” Yah… ini anggapan yang keliru banget. Karena pada kenyataannya buat jadi teller bank itu juga harus pinter. Kamu harus punya ketelitian tingkat tinggi karena resikonya adalah kerugian uang. Terus, selain itu harus tahan tekanan, karena biasanya teller itu harus bisa multitasking, jadi harus kuat mental dan fokus saat sedang bekerja. Belum lagi, tiap sore mereka harus melakukan tutup buku. Kalau kamu mengira bank itu sudah tutup pukul 3 siang, bukan berarti pegawainya boleh langsung pulang. Itu cuma tutup operasional pelayanan aja, padahal di dalamnya masih ada teller yang sibuk melakukan pembukuan. Mereka baru bisa pulang setelah jam 5 atau 6 sore.

 

  1. News Anchor

Jadi news anchor yang tiap hari membacakan berita kepada pemirsa itu emang keren. Bahkan, sampai ada beberapa news anchor dijadikan idola karena bisa menyihir pemirsanya. Tapi, buat jadi news anchor itu bukan cuma harus pinter ngomong doang, lho. Kalau menurut Azizah Hanum, News Anchor CNN Indonesia kecakapan komunikasi itu bisa dilatih, tapi tanggung jawabnya juga susah. Iya, jadi news anchor kamu harus bisa patuh banget sama jadwal siaran. Terus fisiknya juga harus fit terus. Hal yang nggak kalah penting, untuk jadi news anchor itu harus mau terus belajar untuk menambah wawasannya. News anchor tuh harus up to date dengan isu yang sedang hangat dan harus jadi yang pertama tahu.

 

  1. Arsitek

Profesi arsitek selalu dianggap sebagai salah satu profesi yang kece abis. Karena kerjaannya bikin rancangan ilustrasi bangunan-bangunan gitu. Tapi sayangnya, banyak juga yang menganggap profesi ini cuma harus bisa gambar doang. Padahal nggak lho. Jadi arsitek itu berat, bukan sekadar gambar doang, tapi juga harus teliti dalam ukuran dan sedikit punya hasrat seni yang tinggi. Menurut beberapa arsitek yang ADSvokat tanyain, bikin satu rancangan ilustrasi itu prosesnya lama. Belum lagi kalau kliennya banyak maunya. Sampai-sampai ada yang disuruh ganti blueprint rancangan karena nggak sesuai selera. Lebih fatal lagi kalau salah ukuran. Duh, berat deh.

 

Sekarang kamu tahu kan di balik kata “cuma” yang tanpa sadar kamu lontarkan begitu saja pada beberapa profesi itu sering salah. Akan selalu ada beberapa bagian profesi yang memang nggak semudah yang kita pikirkan. Jadi, marilah menghargai semua profesi!

Download sekarang juga untuk bergabung dengan ADSvokat!

Get it on Google Play
apps adsvokat
Created with Sketch.